Skema Proses Penghasilan Kaca Aerosilika dari Aerogel Silika

04:05
Kaca Aerosilika

Kaca aerosilika merupakan kaca yang dihasilkan dari silika abu ketel pabrik gula dimana aerogel silika digunakan sebagai pembentuk kaca. Komponen utama dari kaca ini adalah aerogel silika (SiO2) dan natrium oksida (Na2O). kaca aerosilika merupakan kaca binary (SiO2.Na2O) dan dapat diklasifikasikan sebagai kaca oksida. Natrium oksida tidak mengambil bagian dalam pembentukan unit struktur kaca aerosilika dan hanya bertidak sebagai pelemah struktur. Untuk menghasilkan kaca aerosilika dari silika aerogel, dialkukan sintering pada suhu 1050-1150oC yaitu dibawah suhu peralihan kaca (1250oC) untuk menghasilkan aliran pekat (Woignier dan Phalippou, 1990). Proses penghasilan kaca aerosilika dari silika aerogel diringkas dalam gambar di bawah ini.
Gambar Skema proses penghasilan kaca aerosilika dari aerogel silika

Sampai saat ini kaca aerosilika telah dimanfaatkan di berbagai bidang. Antara lain dapat digunakan sebagai penghalang cahaya (Schmidt dan Schwertfeger, 1998). Selain itu, juga telah dimanfaatkan sebagai superkapasitor, penghalang cahaya dalam industri automobil, dan elektroda untuk kapasitas pengionan (Lawrence, 1998) serta penangkap debu kosmik dalam proyek NASA’S STARDUST (Tsou, 1995).
Sumber Referensi:
(1). Lawrence, W.H. 1998. Aerogel Applications. Journal of Non Crystalline Solids. 225. 335-342.
(2). Schmidt, M. and Schwertfeger, F. 1998. Application for Silica Aerogel Products. Journal of Non Crystalline Solids. 225. 364-368.
(3). Tsou, P. 1995. Silica Aerogel Capture Cosmic Dust Intact. Journal of Non Crystalline Solids. 186. 415-427.
(4). Woignier, T. and Phalippou, J. 1990. Glasses from Aerogels. Journal of Materials Science. 25. 3118-3126.

Awal Penggunaan Bahan Herbal atau Tanaman Obat di Dunia

Awal Penggunaan Bahan Herbal atau Tanaman Obat di Dunia

15:21
Penggunaan bahan-bahan alamiah untuk pengobatan sama tuanya dengan usia manusia itu sendiri. Pada waktu itu pengobatan hanya berdasarkan insting. Misalnya,
a.        Berdasarkan warna, contohnya kunyit ( Cucurma domestica ) berwarna kuning, diduga efektif untuk mengobati penyakit yang manifestasinya ikterik seperti hepatitis.b.      Berdasrkan bentuk, contoh tanaman brotowali ( Tinospora crispa ) bentuknya menjalar menyerupai ular sehingga diduga efektif untuk mengobati bisa ular.
c.       Tempuyung (Sonchus arvensis ) dapat menembus batu dan diduga dapat digunakan untuk mengobati batu ginjal. 
Sejak jaman dahulu makanan dan obat-obatan tidak dapat dipisahkan dan banyak tumbuh-tumbuhan dimakan karena khasiatnya yang menyehatkan.

Salah satu bukti tertua yang menguraikan ilmu pengobatan dalam obat herbal  adalah kitab Rigvedha. Kitab ini berasal dari India dan ditulis sekitar tahun 3000 Sebelum Masehi (SM). Isinya antara lain tentang bahan-bahan yang digunakan sebagas obat yang mengolah obat tradisional untuk pengobatan.
Kitab yang relatif lebih lengkap adalah Ayurvedha, juga berasal dari India. Kitab ini ditulis sekitar lahun 1500 SM, menguraikan suatu sistem pengobatan obat tradisional dengan teori tridosha, yaitu vayu, pitta, dan kapha. Vayu atau angin mewakili susunan syaraf pusat, pitta atau empedu mewakili seluruh metabolisme di dalam tubuh, dan kapha atau lendir mewakili pengaturan suhu tubuh oleh cairan-cairan tubuh, Ayurvedha memuat tidak kurang 1.500 jenis bahan obat dari tumbuhan lengkap dengan pengolahan dan penggunaannya produk herbal tersebut. Dan menggunakannya dalam jamu herbalyang kemudian bisa menyembuhkan.


Kemudian perbaikan dilakukan berbagai ahli, di antaranya terrnuat dalam kitab Sushruta Samhita dari tahun 1000 SM dan Charaka Samhita dari tahun 350. Kedua kitab memuat kira-kira 2.000 jenis bahan  obat, jamu tradisional beserta penanamannya, bagian-bagian yang dipakai untuk jamu herbal, khasiatnya, dan cara membuat ramuan jamu herbal yang menyembuhkan
Sejarah Pengobatan Purba di Dunia Nyata Atau Maya?

Sejarah Pengobatan Purba di Dunia Nyata Atau Maya?

15:20
Sejarah Pengobatan Purba di Dunia

Manusia dan kera dipercaya adalah berasal dari satu keturunan (teori Darwin). Namun mereka telah terpisah secara evolusi sejak 5-10 juta tahun yang lalu. Saat itu manusia megalitikum, neolitikum lalu orang nomaden berkelana untuk mencari makanan dan tempat untuk berlindung.

Dalam rangka mencari makanan inilah mereka perlu pertahanan diri terhadap lingkungannya dan kemampuan bereproduksi. Manusia primitif sering terancam oleh kekurangan gizi, bahkan kelaparan. Mereka juga terancam hidupnya oleh pemangsa, baik dari golongan hewan maupun golongan manusia kanibal.

Setelah mereka mengenal api dan cara menggunakannya, mereka lalu bisa dibilang terpisah peradabannya dari binatang. Dengan api meraka terlindung dari hawa dingin dan membuat makanan lebih lezat. Catatan mengenai cara hidup mereka masih dapat kita jumpai di dinding-dinding gua gua. Dari lukisan dinding inilah kita dapat mengetahui cara nenek moyang kita mengobati sesamanya. Mungkin secara tidak sengaja mereka telah menemukan akar, kulit kayu, daun dan buah-buahan yang mempunyai khasiat tertentu.

Sepuluh ribu tahun yang lalu, bangsa nomaden mulai menginggalkan kebiasaan mereka hidup berpindah-pindah dan menempati suatu tempat di dataran tinggi. Mereka lalu membentuk semacam komunitas petani . Kemajuan ini sangat berarti dalam sejarah peradaban umat manusia. Mereka mulai menanam pohon, memelihara hewan ternak, dan mendirikan bangunan tempat tinggal. Meski masih primitif, namun mutu kehidupan sosial mereka mulai membaik. Saat itu mereka mulai hidup berkelompok. Untuk menata tata kehidupan kelompok, maka dibuatlah peraturan/ adat istiadat. Orang yang kuat dipilih untuk menjadi pimpinan kelompok.

Pemimpin yang berambisi meningkatkan pengaruh mereka dengan menyelubungi kepribadian dan keputusan mereka dengan penuh misteri, sehingga mereka disegani dan bahkan dipuja oleh rakyatnya. Itulah yang menyebabkan konsep manusia super, dengan Tuhan sebagai kekuatan dibalik fenomena alam seperti kelahiran, ikatan keluarga, kilat, dan petir. Tuhan diwakilkan secara ritual oleh para pendeta, dengan tumbal yang dipersiapkan oleh masyarakat, mereka melakukan upacara ritual pada saat-saat tertentu untuk mempertinggi kekuatan pemimpin mereka dan selanjutnya agar terhindar dari bencana.Kekuasaan Sebagian kekuasaan biasa ada pada orang yang mampu menyembuhkan penyakit di kelompoknya. Jadi dukun juga mempunyai wewenang dan kedudukan yang tinggi di masa lalu. Terkadang kekuasaan juga dipegang oleh wanita yang berpengaruh, yaitu wanita yang berprofesi sebagai pendeta, perawat dan bidan. Namun sebagian besar kekuatan, yang dipaksakan oleh takhyul, biasa dipegang oleh lelaki yang berprofesi sebagai pendeta, dukun, hakim dan kepala suku. Obat-obatan dulu sebagian besar berasal dari bahan yang diambil dari tanaman, semak, dan buah-buahan. Tak jarang pula mereka menggunakan bagian tubuh hewan dan bahkan jantung manusia sebagai bahan obat mereka.
Nenek moyang kita dahulu selalu beranggapan bahwa penyakit yang mereka derita diakibatkan oleh kutukan dewa karena tidak mematuhi aturan yang ditetapkan. Pikiran mereka selalu dipenuhi oleh takhyul dan sugesti. Dasar penyembuhan bagi mereka adalah petunjuk dewa yang memberikan mereka penyakit. Tentu saja hal ini sangat sulit. Dengan metode trial and error akhirnya lambat laun mereka belajar tentang ilmu pengobatan. Bahkan setelah mereka menemukan tanaman yang berkhasiat untuk pengobatan penyakit tertentu, mereka terus mencoba tanaman tersebut untuk mengobati penyakit lainnya, baik penyakit itu mempunyai gejala yang sama atau gejala yang samar-samar terlihat sama. Terkadang sangat sulit untuk mengidentifikasi suatu penyakit walaupun dunia pengobatan modern yang kita miliki sekarang punya banyak metoda identifikasi seperti sinar X, ultrasound, magnet nuklir, visualisasi resonansi, test darah, dll.

Bisa kita bayangkan sulitnya jadi dokter masa lalu. Mereka hanya diberikan data gejala yang terlalu umum seperti pusing, luka, dll. Dengan keadaan yang serba sulit tersebut tanpa pengetahuan tentang anatomi manusia dan patologi mereka mencobat obat-obatan dari tanaman dengan harapan bahwa obat tersebut dapat membantu. Seringkali pengobatan ini disertai dengan ritual pemujaan supaya dewa membantu penyembuhan si pasien.


Ada lagi sebuah metode pengobatan yang aneh. Pada masa Romawi seorang dukun (peramal sekaligus penyembuh) mendiagnosa penyakit dan meramal masa depan dengan media ayam. Mereka melihat isi perut ayam yang baru disembelih lalu menemukan penyakit si pasien dan meramal masa depan si pasien. Dukun semacam itu disebut Haruspex. Yang unik dari haruspex adalah jika mereka bertemu sesama dukun haruspex mereka saling tertawa terbahak-bahak.